Menikmati Kuliner, Adalah Caraku Bersyukur



 Dear Diary,

Assalamualaykum...


Kali ini aku akan cerita tentang kegemaran aku akan makan. Aku suka makan tapi paling malas suruh masak. Acara favorit di TV kabel yang sering aku tonton salah satunya adalah tentang masak-masak. Senang saja gitu lihat orang masak dan lihat hasil masakannya. Bikin adrenalin keinginan wisata kuliner ku naik ­čśü.


Tidak jarang aku jadi suka terpancing untuk praktekin, beli bahan-banhannya di supermarket. Tapi tidak jarang, belanjanya saja yang nafsu, eksekusinya belakangan. 


Setiap keluar rumah, aku suka sekali cicipi tempat-tempat jajanan yang belum pernah aku coba. Mulai dari resto kaki lima sampai yang ada di dalam mall. 


Kuliner bagi aku merupakan salah satu cara melepas rindu akan suatu hal yaitu traveling. Kuliner juga bagi aku merupakan salah satu bentuk syukur aku atas kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Mumpung aku masih dikasih sehat dan masih bisa makan makanan yang ada.


Seperti yang sudah dituliskan di dalam Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 172 : "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allahm jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah".


Oleh karena itu setiap traveling, aku selalu mencoba makanan-makanan khas negara atau daerah yang aku kunjungi. Contoh ketika aku ke daerah Sulawesi, aku selalu mencoba makanan aneka ikan mulai dari Ikan bakar dengan bumbu khas sana sampai ikan yang berbumbu seperti gulai. 


Lalu ketika aku traveling ke Eropa, jarang memang aku menemukan resto yang ada nasinya kecuali makan di Chinese Restaurant ya. Di Eropa aku mencoba beberapa steak dan sup khas mereka. Walau rasanya bagi aku kurang medok di lidah, tapi tetap endes.


Ada cerita lucu ketika aku traveling ke Turki, saat itu hendak makan malam dan mencoba salah satu restoran di Turki (lupa waktu itu di kota apa). Menyajikan menu ikan (aku juga ngga tahu ikan jenis apa), jadi Ikan-nya di steam dan di siram kuah yang ada cabai rawit hijaunya.


Kuahnya aku pikir seperti dabu-dabu (sambal khas Gorontalo) yang rasanya manis, asem pedas (karena ada perasan jeruk nipisnya). Ternyata zonk ahaha...


Rasanya tidak ada rasa sama sekali, ikannya sih segar ya (dan kebetulan aku suka sama lauk ikan), tapi benar-benar tidak ada rasa. Untungnya selalu sedia saos sambal sachet di tas aku (selalu bawa kemana-mana jika traveling keluar negeri. Sebab disana tidak ada saos sambal, adanya model tabasco).


Waktu traveling ke UK juga aku menemukan restoran yang menyajikan Jamur goreng. Rasanya endessss banget, sampai aku penasaran bagaimana sih cara masaknya dan mencoba masak ketika sampai di Indonesia. Walau rasanya tidak sama tapi paling tidak bisa lah mengobati rinduku sama jamur goreng di UK.


Jadi, kuliner sekali lagi buat aku adalah salah satu obat rindu makanan tempat yang pernah aku datangi dan juga bentuk rasa syukurku. Yang jelas makan apapun jangan pernah berlebihan yang menimbulkan mubazir. Sebab Allah berfirman:

"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al A'raf : 31)


Ok Diary ku..ini dulu ya ceritaku....





No comments:

Powered by Blogger.